Bongkar Fakta Telur Merah Terbuat Dari Apa Sebenarnya
Last Updated on November 14, 2025 by Suryo

Hentikan Kebingungan Ini: Sebenarnya Telur Merah Terbuat Dari Apa?
Selamat datang di salah satu misteri kuliner paling membingungkan di Indonesia! Pertanyaan “telur merah terbuat dari apa?” itu kelihatannya simpel, tapi jawabannya bisa bercabang ke mana-mana. Serius, ini lebih rumit dari drama keluarga di sinetron.
Kenapa bisa begitu? Karena di Indonesia, “telur merah” itu bukan satu benda. Berdasarkan pengalaman saya menjelajahi dapur dan tradisi, setidaknya ada 4 “tersangka” yang sering disebut sebagai telur merah. Ada yang merahnya di cangkang, ada yang merahnya di dalam, ada yang sebenarnya coklat tapi dibilang merah. Pusing, kan?
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menganggap semua telur ini sama. Padahal, bahan telur merah yang satu dengan yang lain bisa beda total. Di artikel ini, kita akan jadi detektif. Kita akan bongkar tuntas satu per satu, siapa “telur merah” yang Anda maksud, dan terbuat dari apa mereka sebenarnya. Mari kita mulai investigasinya!
Tebak-Tebak Buah Manggis: 4 “Tersangka” Telur Merah di Indonesia
Sebelum kita main tunjuk, kita kenalan dulu sama para “tersangka” yang bikin heboh dunia perteluran ini. Kemungkinan besar, telur merah yang Anda cari adalah salah satu dari empat ini:
Tersangka 1: Telur Merah Syukuran (Si Paling Populer)
Ini dia tersangka utamanya. Telur ayam rebus utuh yang cangkangnya diwarnai merah menyala. Biasanya dibagikan saat acara syukuran kelahiran bayi (terutama di tradisi Tionghoa-Indonesia, disebut “man yue” atau satu bulanan bayi) atau kadang di acara pernikahan sebagai simbol kebahagiaan dan awal baru.
Tersangka 2: Telur Asin Merah (Si Penanda Kualitas)
Ini adalah telur bebek yang sudah diasinkan (telur asin). Tapi, cangkangnya diberi lapisan warna merah. Biasanya, warna merah ini dipakai oleh produsen untuk menandakan sesuatu, entah itu kualitas “super”, “bakar”, atau “berminyak”. Jadi, merahnya hanya di kulit luar sebagai ‘stempel’.
Tersangka 3: Telur Pindang (Si Coklat yang Sering Dituduh Merah)
Nah, ini biang kerok kebingungan. Telur Pindang itu warnanya COKLAT pekat dengan pola retak yang cantik. Tapi, entah kenapa, banyak yang salah sebut atau mengasosiasikannya dengan telur merah. Padahal, bahan pembuatnya beda jauh.
Tersangka 4: Telur Angkak (Si Merah Sejati Sampai ke Dalam)
Ini adalah telur yang dimasak menggunakan angkak (beras ragi merah). Hasilnya? Telurnya benar-benar berwarna merah (atau lebih ke pink pekat) sampai ke bagian putih telurnya. Rasanya pun khas. Ini juga “telur merah”, tapi dari kategori yang sama sekali berbeda.
Jadi, sudah mulai tercerahkan? Sekarang, mari kita bedah satu per satu, dimulai dari tersangka yang paling mungkin Anda cari: Si Telur Merah Syukuran.
Fokus Investigasi: Membedah Telur Merah Syukuran (Kelahiran)
Ini adalah jawaban paling umum untuk “telur merah terbuat dari apa?”. Telur merah syukuran pada dasarnya adalah telur ayam rebus biasa. Titik. Tidak ada yang aneh dengan telurnya.
Yang “merah” itu adalah cangkangnya. Dan cangkang itu merah… ya karena diwarnai. Sederhana sekali, kan? Ini bukan jenis telur khusus, ini adalah telur ayam biasa yang ‘didandani’ untuk pesta.
Jadi, Bahan Pewarna Telur Merah Itu Apa?
Nah, ini baru inti pertanyaannya. “Terbuat dari apa” di sini merujuk pada pewarnanya. Ada dua metode utama untuk ‘mendandani’ telur ini:
Metode 1: Pewarna Buatan (Cepat, Praktis, Merah Menyala)
Cara yang terbaik dan paling umum dipakai saat ini adalah menggunakan pewarna makanan (food coloring).
- Rebus telur ayam hingga matang sempurna (hard boiled).
- Siapkan air panas di mangkuk terpisah.
- Teteskan pewarna makanan cair warna merah (yang biasa untuk kue) ke dalam air panas. Jangan pelit, biar warnanya pekat.
- Tambahkan 1-2 sendok makan cuka putih ke dalam air pewarna. Ini WAJIB. Cuka membantu membuka pori-pori cangkang telur sehingga warnanya bisa ‘menggigit’ dan menempel sempurna.
- Masukkan telur rebus yang masih hangat (tapi sudah dikeringkan) ke dalam air pewarna.
- Rendam selama 10-20 menit atau sampai warnanya sesuai keinginan Anda.
- Angkat, keringkan dengan tisu, dan olesi sedikit minyak sayur agar mengkilap. Selesai!
Metode 2: Pewarna Alami (Tradisional, Lebih Sehat, Warna Bervariasi)
Jauh sebelum ada pewarna buatan, nenek moyang kita kreatif. Bahan telur merah alami bisa bermacam-macam, tapi hasilnya mungkin tidak semerah cabai seperti pewarna buatan.
- Kulit Bawang Merah: Direbus bersama telur. Hasilnya lebih ke merah-coklat, mirip Pindang tapi tanpa retakan.
- Buah Bit: Jus buah bit murni dicampur cuka bisa memberi warna pink pekat hingga merah.
- Kayu Secang: Direbus akan menghasilkan air berwarna merah. Ini pewarna alami yang sangat kuat.
- Kulit Buah Naga: Rebusan kulit buah naga juga menghasilkan warna ungu-merah yang cantik.
Kelemahan metode alami? Warnanya tidak stabil dan butuh perendaman lebih lama (kadang berjam-jam) untuk mendapatkan warna yang pekat.
Informasi Proses Pembuatan Telur Merah (Syukuran)
- Waktu Persiapan: 10 menit
- Waktu Memasak: 15 menit (merebus telur)
- Waktu Proses Pewarnaan: 20-30 menit (tergantung metode)
- Total Waktu: Sekitar 1 jam
- Tingkat Kesulitan: Mudah
- Perkiraan Fakta Nutrisi (per 1 telur rebus):
- Kalori: Sekitar 78 kkal
- Protein: 6.3 gram
- Lemak: 5.3 gram
- (Pewarna di cangkang tidak menambah kalori)
Peralatan Esensial untuk Proyek “Telur Merah” Anda
Membuat telur merah ini kelihatannya gampang, tapi berdasarkan pengalaman saya, alat yang tepat membuat prosesnya jadi anti-gagal dan anti-berantakan. Merebus telur agar pas matangnya dan merendam pewarna tanpa membuat dapur jadi ‘TKP’ itu ada seninya.
Rekomendasi Peralatan untuk Telur Sempurna
Berikut adalah 3 alat yang sangat saya rekomendasikan untuk proyek ini:
1. Panci Rebus (Stainless/Anti Lengket)
Kunci pertama adalah telur rebus yang matang sempurna. Anda butuh panci yang bagus dengan dasar tebal agar panasnya merata. Jangan sampai telur retak sebelum diwarnai!
Cek Harga Panci Rebus di Shopee2. Wadah Perendaman (Storage Box Transparan)
Anda butuh wadah untuk ‘mandi’ pewarna. Menggunakan storage box transparan itu jenius. Anda bisa melihat proses pewarnaan tanpa ‘mengintip’, dan karena ada tutupnya, Anda bisa merendamnya tanpa khawatir tumpah.
Cek Harga Storage Box di Shopee3. Penjepit atau Sutil Silikon
Mengangkat telur panas dari air rebusan atau dari rendaman pewarna panas itu ‘tricky’. Sutil atau penjepit berlapis silikon adalah cara terbaik. Telur tidak akan tergores, retak, atau licin, sehingga hasil akhirnya mulus.
Cek Harga Spatula Set Silikon di ShopeeTersangka 2: Misteri Telur Asin Merah
Bagaimana dengan telur asin? Kenapa ada yang cangkangnya merah? Ini adalah strategi pemasaran dan penandaan murni. Telur asin merah tidak terbuat dari apa-apa selain telur asin biasa. Pewarna merahnya adalah ‘tanda’.
Di beberapa daerah, warna merah ini menandakan kualitas super, misalnya yang dibuat ‘bakmal’ (matang sempurna dan berminyak). Di tempat lain, itu hanya untuk membedakan varian rasa, misalnya varian bakar vs. varian rebus. Jadi, jika Anda membeli telur asin merah, Anda hanya membeli telur asin biasa yang cangkangnya diberi ‘stempel’ pewarna (biasanya aman, dari pewarna makanan).
Debunking Mitos: Telur Pindang Jelas Bukan Telur Merah!
Ini adalah kesalahan umum yang harus diluruskan. Telur Pindang itu COKLAT. Titik. Kenapa bisa coklat?
Telur pindang terbuat dari rebusan rempah-rempah yang kompleks. Bahan utamanya adalah daun jati, kulit bawang merah, daun teh, dan daun jambu biji. Semua bahan ini direbus bersama telur (yang sudah diretakkan cangkangnya) dalam waktu yang sangat lama (bisa berjam-jam). Hasilnya adalah telur berwarna coklat pekat, beraroma rempah wangi, dan punya pola retakan artistik di permukaannya. Rasanya pun gurih meresap, beda total dengan telur rebus biasa.
Sudah Punya Telur Rebus Merah, Lalu Diapakan?
Oke, kita kembali ke tersangka utama: Telur Merah Syukuran. Acaranya sudah selesai, tapi Anda dapat ‘hantaran’ selusin telur merah. Bosan, kan, dimakan begitu saja? Ingat, telur merah syukuran itu pada dasarnya hanya telur rebus biasa.
Jadi, Anda bisa mengolahnya jadi apa saja! Kupas cangkang merahnya, dan Anda punya bahan dasar masakan yang sempurna. Berdasarkan pengalaman saya, cara terbaik meng-upgrade telur rebus adalah menjadikannya… TELUR BALADO!
Analisis Ahli: Mengubah Telur Rebus Jadi Hidangan Bintang
Telur rebus punya tekstur yang kenyal dan rasa yang ‘netral’. Ini membuatnya jadi ‘kanvas’ yang sempurna untuk bumbu yang kuat. Bumbu balado, dengan rasa pedas, gurih, dan sedikit manis, adalah pasangan jiwa untuk telur rebus. Bumbu balado yang ‘medok’ akan menempel sempurna di permukaan telur rebus yang licin, menciptakan kontras rasa dan tekstur yang luar biasa. Coba lihat video di bawah ini untuk inspirasi cara memasaknya.
Sumber Video: Inspirasi Resep Telur Balado oleh Youtube
Pilihan Lain Selain Balado
Tentu saja, balado bukan satu-satunya pilihan. Telur rebus sisa syukuran itu bisa Anda ubah menjadi semur telur, gulai telur, opor, atau bahkan dicincang kasar untuk isian sandwich. Telur rebus adalah bahan yang sangat fleksibel, bahkan Detik Food menyebutkan beberapa resep telur bumbu rempah yang bisa jadi lauk praktis dan enak untuk berbagai kesempatan.
Penutup: Misteri Telur Merah Terpecahkan
Jadi, sekarang Anda sudah jadi ahli telur merah! Lain kali jika ada yang bertanya “telur merah terbuat dari apa?“, Anda bisa tanya balik dengan percaya diri: “Telur merah yang mana, nih? Yang buat syukuran, yang asin, yang coklat (pindang), atau yang pakai angkak?”
Intinya, telur merah yang paling umum (syukuran) terbuat dari telur ayam rebus biasa yang cangkangnya diwarnai menggunakan pewarna makanan (buatan atau alami) dengan bantuan cuka. Sederhana, tapi penuh makna tradisi. Selamat mencoba!
Pertanyaan yang Sering Muncul (FAQ)
1. Jadi, telur merah terbuat dari apa intinya?
Jawaban paling umum: Telur merah (syukuran) terbuat dari telur ayam rebus biasa yang cangkangnya diwarnai menggunakan pewarna makanan (buatan atau alami) dan cuka sebagai ‘pengikat’ warna.
2. Apa beda telur merah dan telur pindang?
Beda total. Telur merah cangkangnya diwarnai (biasanya merah menyala), isinya telur rebus biasa. Telur pindang warnanya COKLAT, dimasak berjam-jam dengan rempah (daun jati, teh, kulit bawang) sehingga warnanya coklat, beraroma rempah, dan punya pola retak.
3. Kenapa ada telur asin yang cangkangnya merah?
Itu adalah ‘penanda’ atau ‘stempel’ dari produsen. Merah di cangkang telur asin (telur bebek) biasanya untuk menandakan kualitas super (misalnya, berminyak atau bakar), bukan karena jenis telurnya berbeda.
4. Amankah memakan telur merah syukuran?
Sangat aman. Asalkan menggunakan pewarna makanan yang ‘food grade’ (aman dikonsumsi), pewarna tersebut hanya menempel di cangkang. Cangkangnya Anda kupas dan buang, dan Anda memakan telur rebus yang ada di dalamnya.
5. Apa itu telur angkak?
Ini adalah “telur merah” jenis lain di mana telur dimasak (direbus atau dikukus) bersama angkak (beras ragi merah). Hasilnya, putih telurnya akan berwarna merah/pink pekat dan memiliki aroma khas angkak.
