6 Cara Membersihkan Jeroan Sapi Untuk Rendang yang Ampuh dan Anti Bau Prengus

Secara garis besar, cara membersihkan jeroan sapi untuk rendang yang paling efektif adalah dengan memisahkan penanganan setiap jenis organ (babat, usus, paru, hati) karena karakteristik kotorannya berbeda, kemudian melakukan proses perebusan awal (tanpa bumbu inti) menggunakan rempah aromatik seperti jahe, daun salam, dan lengkuas untuk meluruhkan lendir serta menetralkan aroma amis atau bau prengus sebelum jeroan tersebut dimasukkan ke dalam kuali santan rendang utama.
Siapa yang tidak tergiur dengan nasi kapau lauk rendang usus atau babat? Tapi jujur saja, mengolah jeroan itu tantangannya berlipat ganda dibanding daging. Salah sedikit saja dalam membersihkan, satu kuali rendang yang santannya sudah Anda aduk berjam-jam bisa berakhir tragis: rasanya pahit kotoran atau baunya bikin pusing. Sayang banget, kan, bumbu rempah yang harganya lagi naik itu? Agar rendang jeroan Anda selezat restoran Padang, simak panduan teknis langkah demi langkah berikut ini.
6 Cara Membersihkan Jeroan Sapi Untuk Rendang Agar Bebas Bau
Setiap “onderdil” sapi punya cara penanganan yang unik. Jangan samakan cara mencuci usus dengan hati, nanti malah hancur. Berikut adalah detail tekniknya:
1. Teknik Kerok Babat (Hitam vs Putih)
Babat sapi aslinya berwarna hitam kehijauan dan permukaannya kasar seperti handuk. Di sinilah sisa makanan sapi bersarang. Untuk rendang yang cantik dan bersih:
- Cuci babat di bawah air mengalir sampai kotoran kasar hilang.
- Rendam sebentar dengan air kapur sirih untuk mengangkat kotoran membandel.
- Kerok permukaan hitamnya menggunakan sendok atau pisau tumpul hingga terlihat lapisan putih bersih. Babat putih ini akan lebih menyerap bumbu rendang dan tidak getir.
2. Teknik Bilas Usus (Metode Selang Air)
Ini bagian paling *tricky* dalam cara membersihkan jeroan sapi untuk rendang. Usus adalah saluran pembuangan, jadi pastikan benar-benar steril.
- Masukkan ujung selang air keran ke dalam lubang usus, nyalakan air, dan biarkan air mendorong kotoran di dalam usus keluar sampai airnya bening.
- Ikat salah satu ujung usus, lalu serut bagian luarnya dengan garam kasar dan air jeruk nipis untuk menghilangkan lendir yang menempel.
- Bilas berkali-kali hingga tidak licin lagi.
3. Penanganan Paru (Rebus dan Buang Busa)
Paru-paru sapi teksturnya seperti spons yang menyerap darah dan udara. Jika langsung dimasak santan, paru akan mengambang dan matangnya tidak rata.
- Rebus paru secara utuh (jangan dipotong dulu) dalam air mendidih.
- Anda akan melihat busa kotoran berwarna abu-abu keluar sangat banyak. Buang busa tersebut berkali-kali.
- Setelah matang dan padat, barulah paru dipotong-potong sesuai selera untuk dimasukkan ke bumbu rendang.
Senjata Ampuh Melawan Jeroan Alot
Membersihkan jeroan butuh alat yang presisi agar tangan tidak terluka dan hasilnya bersih maksimal. Ini rekomendasi saya:
-
1. Pisau Dapur Tajam (Anti Karat)
Mengerok babat atau memotong usus butuh pisau yang sangat tajam agar tidak meleset. Pisau tumpul bikin kerjaan jadi 2x lebih lama.
👉 Lihat Pisau Dapur Set Tajam -
2. Panci Presto (Pressure Cooker)
Jeroan itu alot! Kalau direbus biasa bisa habis gas 1 tabung. Pakai presto, babat empuk cuma dalam 30 menit.
👉 Cek Harga Panci Presto Hemat Gas -
3. Talenan Kayu Tebal
Alas potong yang kokoh penting banget pas motong jeroan yang licin biar nggak lari-lari.
👉 Beli Talenan Kayu Mahoni Awet
4. Penanganan Hati (Hati-hati Hancur)
Berbeda dengan jeroan lain yang alot, hati sapi itu rapuh dan mudah hancur. Jangan meremas hati saat mencuci.
- Cukup bilas air mengalir perlahan untuk membuang sisa darah.
- Tips Pro: Rendam hati dengan susu cair tawar atau air perasan jeruk nipis selama 10 menit untuk menetralisir racun dan bau anyir yang menyengat.
- Jangan merebus hati terlalu lama bersama jeroan lain agar tidak keras dan pahit. Masukkan hati di tahap akhir saat membuat rendang (saat fase Kalio).
5. Perebusan Awal dengan Rempah Aromatik
Ini kunci agar bau prengus tidak menular ke kuah rendang. Jangan pernah memasukkan jeroan mentah langsung ke santan rendang!
- Siapkan panci berisi air, masukkan jahe geprek, lengkuas, daun salam, dan serai yang banyak.
- Rebus jeroan yang sudah dicuci bersih selama 15-20 menit.
- Buang air rebusan pertama ini (karena air ini sumber bau).
- Tiriskan jeroan, baru kemudian siap dimasak dengan bumbu rendang asli.
6. Trik Nanas dan Daun Pepaya (Pengempuk Alami)
Jika Anda tidak memiliki panci bertekanan tinggi (presto), jeroan sapi bisa sangat menguji kesabaran gigi saat dikunyah. Gunakan bahan alami:
- Parut nanas muda atau remas-remas dengan daun pepaya.
- Balurkan pada babat atau usus yang sudah bersih. Diamkan maksimal 15 menit (jangan terlalu lama atau jeroan akan hancur jadi bubur).
- Bilas bersih sebelum direbus. Enzim bromelain pada nanas efektif memecah serat protein yang keras.
Setelah jeroan bersih dan empuk, barulah Anda bisa tenang memasaknya dengan santan. Ingat, jeroan menyerap bumbu lebih cepat daripada daging otot, jadi pastikan Anda sering mengaduknya agar tidak gosong di bagian bawah wajan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah kapur sirih aman untuk membersihkan babat?
Aman, asalkan dibilas sampai benar-benar bersih. Kapur sirih berfungsi melunakkan kotoran yang menempel kuat, tapi jika sisa kapur masih ada, rasa rendang bisa jadi agak pahit dan getir.
Berapa lama merebus jeroan agar empuk tanpa presto?
Jika menggunakan panci biasa, butuh waktu sekitar 1 hingga 2 jam dengan api sedang. Pastikan panci ditutup rapat agar panasnya maksimal dan air tidak cepat habis.
Bolehkah mencampur jeroan dan daging sapi dalam satu kuali rendang?
Boleh, tapi disarankan untuk memasukkan daging sapi terlebih dahulu. Setelah daging setengah matang (fase Kalio), barulah masukkan jeroan yang sudah direbus empuk sebelumnya. Ini agar jeroan tidak hancur karena diaduk terlalu lama.
