5 Cara Memilih Daging Sapi Khusus Rendang Padang yang Empuk dan Tidak Hancur [Wajib Tahu]

Kunci utama dalam cara memilih daging sapi khusus rendang Padang adalah mencari potongan daging yang berasal dari otot yang sering bekerja keras, seperti bagian Paha Belakang (Gandik atau Penutup). Bagian ini memiliki serat yang padat, minim lemak cair, dan kokoh sehingga mampu bertahan dalam proses pengadukan selama 7-8 jam tanpa hancur, namun tetap bisa menjadi sangat empuk saat menyerap bumbu santan.
Seringkali kita terjebak dengan pola pikir “semakin mahal, semakin bagus”. Akhirnya, banyak pemula yang membeli daging Has Dalam (daging lunak) dengan harga selangit demi rendang yang empuk. Hasilnya? Tragis. Daging tersebut hancur lebur menjadi serpihan seperti kornet atau abon sebelum bumbunya kering menjadi dedak. Memilih daging rendang itu seninya berbeda dengan memilih daging untuk sate atau bistik. Agar uang belanja Anda tidak terbuang sia-sia dan masakan Anda dipuji mertua, mari kita pelajari 5 cara memilih bagian yang tepat.
5 Cara Memilih Daging Sapi Khusus Rendang Padang Agar Tidak Hancur
Ingat prinsip ini: Rendang adalah proses memasak lambat (slow cooking). Kita butuh daging yang “tahan banting”. Berikut panduannya:
1. Incar Bagian Paha Belakang (Gandik/Penutup)
Ini adalah primadona-nya rendang. Di pasar tradisional, Anda bisa bilang ke pedagang: “Bang, minta daging paha belakang, bagian gandik atau penutup.”
Kenapa bagian ini? Karena teksturnya padat dan seratnya panjang-panjang. Saat dimasak lama, serat ini akan melunak perlahan tanpa putus. Inilah yang membuat rendang bisa dipotong cantik saat disajikan di piring, tapi begitu digigit rasanya empuk dan tidak nyangkut di gigi.
2. Hindari Has Dalam (Daging Lunak)
Ini peringatan keras! Has Dalam adalah bagian daging sapi yang paling lunak dan minim serat kasar. Bagian ini sangat cocok untuk steak yang dimasak cepat (5-10 menit).
Tapi untuk rendang? BIG NO. Daging ini terlalu rapuh. Jika Anda nekat menggunakannya, pada jam ke-3 pemasakan (saat masih jadi Kalio), daging ini sudah akan mulai rontok. Jika diteruskan sampai kering, Anda tidak akan menemukan potongan daging lagi, melainkan bubur daging. Simpan uang Anda, jangan beli bagian ini untuk rendang.
3. Pilih Sengkel untuk Sensasi Kenyal
Bagi Anda yang bosan dengan daging polos dan suka sensasi “krenyes-krenyes”, bagian Sengkel (betis sapi) adalah pilihan alternatif yang cerdas.
Sengkel memiliki banyak urat kaku. Ajaibnya, saat dimasak santan dalam waktu lama, urat kaku ini akan berubah menjadi gelatin yang kenyal dan gurih. Namun, memasak sengkel butuh waktu sedikit lebih lama daripada paha belakang. Jika Anda salah potong, sengkel bisa jadi alot. Pastikan Anda membaca teknik potong daging rendang agar tidak hancur.
Alat Wajib untuk Eksekusi Daging
Daging yang bagus butuh penanganan yang tepat. Jangan sampai daging segar rusak karena pisau tumpul atau talenan kotor. Ini rekomendasi saya:
-
1. Pisau Daging Stainless (Heavy Duty)
Memotong daging paha belakang butuh pisau yang tajam dan agak berat agar sekali tebas langsung putus seratnya.
👉 Cek Pisau Daging Tajam Anti Karat -
2. Timbangan Dapur Digital
Biar bumbu dan santan pas (Rumus 1kg daging : 3 kelapa), timbang dulu daging Anda. Jangan kira-kira!
👉 Beli Timbangan Dapur Akurat -
3. Talenan Kayu Solid
Daging sapi itu licin. Pakai talenan kayu biar kesat dan nggak lari-lari pas dipotong. Lebih aman buat jari.
👉 Lihat Talenan Kayu Mahoni Tebal
4. Cek Kesegaran: Merah Cherry dan Elastis
Di pasar yang pencahayaannya remang-remang, Anda harus jeli. Ciri daging segar untuk cara memilih daging sapi khusus rendang Padang adalah:
- Warna: Merah segar seperti buah ceri (bukan merah pucat atau merah kebiruan/gelap).
- Tekstur: Tekan daging dengan jari. Daging segar akan membal kembali (elastis) dengan cepat. Jika ditekan membekas cekungan dalam dan berair, tinggalkan.
- Aroma: Bau khas sapi segar, bukan bau asam atau anyir menyengat.
5. Pastikan Lemak Keras, Bukan Lemak Gajih
Sedikit lemak pada daging rendang itu enak karena menambah rasa gurih. Tapi, bedakan jenis lemaknya. Pilih daging dengan lapisan lemak keras (warna putih kekuningan yang padat). Hindari daging dengan gajih lembek yang bergelambir. Gajih lembek ini akan lumer saat dimasak dan membuat kuah rendang Anda berminyak berlebihan (banjir minyak jenuh) yang bikin enek saat dimakan.
Setelah mendapatkan daging yang tepat, tantangan selanjutnya adalah memasaknya hingga keluar minyak dedak. Jika Anda kesulitan di tahap ini, pelajari penyebab rendang tidak keluar minyak dan dedak.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah daging sapi perlu dicuci sebelum dimasak rendang?
Sebaiknya TIDAK. Mencuci daging dengan air keran justru menyebarkan bakteri ke seluruh dapur (cipratan air) dan membuat daging jadi basah/lembab (bakteri cepat tumbuh). Cukup lap kotoran/darah dengan tisu dapur bersih, lalu rebus sebentar di air mendidih untuk membuang buih kotoran (blansir).
Bolehkah pakai daging beku (frozen) untuk rendang?
Boleh, asalkan dicairkan (thawing) dengan benar. Pindahkan dari freezer ke kulkas bawah (chiller) semalaman sampai lunak. Jangan rendam daging beku langsung di air panas karena seratnya akan rusak dan rasanya hambar.
Berapa ukuran potong daging rendang yang ideal?
Potonglah agak besar (sekitar 5×5 cm atau 50-60 gram per potong). Ingat, daging akan menyusut sekitar 30-40% setelah dimasak lama. Jika dipotong terlalu kecil dari awal, nanti hasilnya jadi seperti daging dadu soto.
