Ini 5 Hal Lebih Baik Oven Tangkring Atau Oven Listrik
Last Updated on November 14, 2025 by Suryo

Oven Tangkring 70 Ribuan Cek Produk Disini
Ah, ini dia perdebatan abadi di dunia baking pemula, setara dengan “tim bubur diaduk vs tidak diaduk”. Pertanyaannya adalah: lebih baik oven tangkring atau oven listrik? Anda mungkin baru saja keracunan resep bolu di Instagram, kemudian saat cek harga alat, Anda langsung dihadapkan pada dua pilihan yang membingungkan ini. Yang satu harganya murah meriah legendaris, yang satu lagi canggih tapi harganya lumayan bikin melirik dompet.
Banyak pemula yang akhirnya salah pilih. Akibatnya, kue yang harusnya cantik mekar malah jadi gosong di bawah tapi pucat di atas. Ini adalah kesalahan umum yang sering terjadi. Mereka menyalahkan resepnya, padahal biang keroknya adalah “senjata” yang mereka pilih tidak sesuai dengan “medan perang”.
Berdasarkan pengalaman saya, tidak ada jawaban “mana yang lebih baik”. Yang ada adalah “mana yang lebih tepat guna untuk Anda”. Oleh karena itu, hari ini kita akan bedah tuntas perbandingan oven tangkring dan oven listrik dari A sampai Z. Kita akan lihat 5 poin krusial, mulai dari kestabilan suhu, biaya, sampai hasil akhir kuenya. Selanjutnya, Anda bisa tentukan sendiri jagoan Anda!
Apa Itu Oven Tangkring? (Si Legendaris Penuh Misteri)
Oven tangkring—sering juga disebut Otang, Oven Kompor, atau mungkin Anda kenal dengan merek legendaris “Hock”—adalah oven yang sumber panasnya berasal dari kompor. Jadi, dia tidak punya elemen pemanas sendiri. Anda harus “menangkringkannya” di atas kompor gas atau bahkan kompor minyak tanah (kalau masih ada).
Ini adalah oven andalan ibu dan nenek kita. Faktanya, banyak master kue bolu jadul yang bersumpah bahwa hasil dari oven tangkring adalah yang paling “moist” dan tiada duanya.
Kelebihan (Pro) Oven Tangkring
- Harga Super Ekonomis: Ini adalah kelebihan utamanya. Harganya bisa 1/5 atau bahkan 1/10 dari harga oven listrik. Sangat ramah untuk pemula yang modalnya terbatas.
- Awet Seumur Hidup: Serius. Oven ini biasanya terbuat dari aluminium atau seng tebal. Tidak ada komponen elektronik. Maka dari itu, dia tidak akan pernah “rusak”. Paling banter penyok kalau jatuh, tapi fungsinya tetap jalan.
- Tidak Butuh Listrik: Ini poin plus besar di Indonesia, terutama di daerah yang listriknya sering “byar-pet”. Selama gas elpiji Anda aman, proses baking jalan terus.
- Kapasitas Besar: Dengan harga yang murah, Anda seringkali sudah dapat oven tangkring 3 susun yang bisa memanggang 3 loyang kue kering sekaligus. Sangat efisien.
Kekurangan (Cons) Oven Tangkring
- Api Tidak Rata: Ini adalah “dosa” terbesarnya. Karena panas hanya datang dari bawah (kompor), bagian bawah oven akan jauuuh lebih panas daripada bagian atas.
- Tanpa Pengatur Suhu: Tidak ada tombol “set 180°C”. Semuanya pakai “feeling”. Anda harus membeli termometer oven manual (yang digantung di dalam) dan pintar-pintar mengatur besar-kecilnya api kompor.
- Harus Rajin “Babysitting”: Anda tidak bisa “set and forget”. Anda harus rajin memutar-mutar loyang dan menukar posisi rak (dari atas ke tengah, dari tengah ke bawah) agar kue matang merata.
- Butuh Jam Terbang Tinggi: Mengenali “karakter” oven tangkring Anda sendiri butuh waktu dan beberapa kali kegagalan.
Apa Itu Oven Listrik? (Si Modern yang Presisi)
Sebaliknya, oven listrik (Olist) adalah alat modern yang sumber panasnya berasal dari elemen pemanas (heating element) yang ditenagai listrik. Oven ini punya panel kontrol sendiri untuk mengatur suhu, waktu, dan mode api.
Ini adalah pilihan “aman” bagi generasi milenial dan Gen Z yang baru terjun ke dunia baking, karena semuanya serba terukur dan presisi.
Kelebihan (Pro) Oven Listrik
- Suhu Presisi dan Stabil: Ini adalah kelebihan utamanya. Anda putar tombol ke 180°C, termostat di dalamnya akan bekerja menjaga suhu agar tetap stabil di 180°C. Inilah kunci sukses resep anti gagal.
- Fitur Api Atas-Bawah: Anda punya kontrol penuh. Mau mematangkan bagian bawah dulu? Pakai api bawah. Mau bikin permukaan atas jadi cokelat cantik (misal di *macaroni schotel*)? Pakai api atas.
- Ada Timer: Fitur anti gosong paling favorit. Set waktu 45 menit, kemudian oven akan berbunyi (atau mati sendiri) jika sudah selesai. Anda bisa meninggalkannya sambil nonton drama.
- Sangat Ramah Pemula: Anda tidak perlu pusing memikirkan “seberapa besar api kompornya?”. Cukup ikuti instruksi suhu di resep.
Kekurangan (Cons) Oven Listrik
- Harga (Investasi Awal): Tentu saja, harganya jauh lebih mahal daripada oven tangkring untuk kapasitas yang sama.
- Butuh Daya Listrik: Ini adalah kekhawatiran utama. “Nanti listriknya jepret, nggak?” “Boros, nggak?” Memang, oven listrik butuh daya yang lumayan (mulai 600 Watt ke atas), tapi kita akan bahas solusinya di bawah.
- Kapasitas (Relatif): Oven listrik yang harganya terjangkau (di bawah 1 juta) biasanya kapasitasnya kecil (19-25 liter). Hanya muat 1 loyang bulat 20cm.
- Rawan Rusak: Karena merupakan alat elektronik, ada komponen seperti elemen pemanas atau termostat yang suatu saat bisa rusak dan perlu diganti.
5 Poin Kunci: Oven Tangkring vs Oven Listrik untuk Pemula
Oke, mari kita adu “head-to-head” kedua jagoan ini. Lebih baik oven tangkring atau oven listrik jika dilihat dari 5 aspek krusial berikut?
1. Kestabilan Suhu dan Api (Pemenang Mutlak: Oven Listrik)
Ini adalah poin terpenting dalam baking. Faktanya, baking adalah reaksi kimia yang butuh suhu stabil. Oven listrik memberikan kestabilan itu. Anda set suhunya, Anda dapat suhu itu.
Sebaliknya, oven tangkring adalah soal “manajemen api”. Kesalahan umum yang sering terjadi pada pemakai Otang adalah api kompor terlalu besar. Akibatnya? Bagian bawah kue gosong sementara bagian dalamnya masih mentah. Ini mirip dengan misteri kenapa martabak teflon tidak bersarang; seringkali karena panasnya tidak stabil dan tidak tepat. Untuk kestabilan, Olist menang telak.
2. Kemudahan Penggunaan (Pemenang: Oven Listrik)
Tidak perlu diragukan lagi. Oven listrik dirancang untuk kemudahan. Ada timer, ada pengatur suhu, ada mode api. Anda tinggal “set and forget”.
Di sisi lain, oven tangkring butuh “cinta” dan perhatian penuh. Anda harus menjaganya, memutar loyang setiap 15 menit, menukar posisi rak, dan terus-menerus mengecek termometer manual. Ini proses “babysitting” yang cukup menyita waktu.
3. Harga dan Biaya Operasional (Pemenang: Oven Tangkring)
Di sinilah oven tangkring bersinar.
- Harga Beli: Otang jauh lebih murah.
- Biaya Operasional: Otang menggunakan gas elpiji. Secara umum, biaya gas untuk memanggang 1 jam cenderung lebih murah daripada biaya listrik untuk 1 jam (tergantung daya oven dan tarif listrik Anda).
Namun, kekhawatiran soal oven listrik boros kini sudah ada solusinya, yaitu oven listrik “Low Watt”.
Banyak produsen kini merilis oven listrik dengan daya rendah (mulai 600-800 Watt). Ini adalah jalan tengah terbaik: Anda dapat presisinya, tapi tanpa bikin tagihan listrik “jantungan”. Harga 200 ribuan pun sudah ada!
Cek Oven Listrik Han River (Harga 200k-an) di Shopee4. Hasil Akhir Kue (Tergantung Resep)
Ini dia, bagian yang seru. Apakah hasilnya beda? Ya, sedikit beda.
- Oven Listrik: Cenderung menghasilkan panas yang lebih “kering”. Ini sangat bagus untuk membuat kue kering seperti resep putri salju lumer, nastar, atau *cookies* karena hasilnya akan super renyah. Fitur api atasnya juga jagoan bikin *topping* keju jadi kecokelatan.
- Oven Tangkring: Cenderung menghasilkan panas yang lebih “lembab” (*moist*). Inilah sebabnya banyak yang bilang bolu jadul, lapis legit, atau bika ambon hasilnya lebih lembut dan “basah” pakai Otang. Panas bawahnya yang kuat juga ideal untuk jenis kue itu.
Jadi, jika Anda fokus ke kue kering dan *pastry* modern, Olist lebih unggul. Jika Anda fokus ke bolu dan kue jadul, Otang punya kelebihan tersendiri.
5. Keawetan dan Perawatan (Pemenang: Oven Tangkring)
Seperti yang sudah dibahas, oven tangkring itu “abadi”. Terbuat dari logam, tidak ada elektronik. Perawatannya hanya dilap bersih setelah dipakai. Bahkan, makin lama dipakai, konon panasnya makin stabil.
Sebaliknya, oven listrik punya “umur”. Elemen pemanas, termostat, dan timer adalah komponen elektronik yang bisa aus dan perlu diganti setelah beberapa tahun pemakaian intensif. Perawatannya juga harus hati-hati, tidak boleh kena air di bagian panel dan elemennya.
Alat Bantu yang Jauh Lebih Penting dari Oven Anda
Begini, Pak/Bu. Berdasarkan pengalaman saya, Anda boleh punya oven paling canggih sedunia. Tapi, jika Anda tidak punya dua alat ini, semuanya percuma.
1. Timbangan Digital (Nyawa Resep)
Oven presisi butuh takaran presisi. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah pemula masih pakai “takaran sendok”. Padahal resep takaran sendok itu inkonsisten. Gagalnya bolu Anda mungkin bukan karena ovennya, tapi karena takaran tepung Anda kelebihan 20 gram. Oleh karena itu, timbangan digital adalah investasi WAJIB sebelum oven.
Alat paling krusial di dunia baking. Jangan pernah kompromi. Pilih yang digital dengan ketelitian 1 gram. Ini adalah investasi anti-gagal termurah yang akan menyelamatkan semua resep Anda.
Cek Timbangan Digital Dapur di Shopee2. Loyang yang Tepat (Penghantar Panas)
Loyang juga berpengaruh. Loyang aluminium tebal akan menghantarkan panas secara berbeda dibanding loyang anti lengket (teflon) yang tipis dan berwarna gelap. Loyang gelap cenderung menyerap panas lebih cepat dan bisa bikin pinggiran kue lebih garing/gosong.
Investasi di 2-3 loyang dasar yang berkualitas. Loyang aluminium tebal adalah pilihan paling aman untuk bolu. Loyang anti lengket bagus untuk brownies atau kue yang sulit dilepas. Punya set dasar lebih penting daripada punya 1 oven mahal.
Cek Loyang Set Baking Pemula di ShopeeVideo Tutorial: Visual Checklist Peralatan Baking
Masih bingung membayangkan alat-alatnya? Tenang, melihat visualnya seringkali lebih membantu. Coba tonton video dari kanal Pasti Bisa Masak ini. Video ini merangkum dengan baik berbagai peralatan dapur esensial untuk baking. Meskipun tidak secara spesifik mengadu Otang vs Olist, video ini memberi gambaran jelas tentang ekosistem alat baking (mixer, loyang, dll) yang akan Anda gunakan bersama oven pilihan Anda.
Sumber Video: Perlengkapan Baking Dasar untuk Pemula oleh Pasti Bisa Masak
Kesimpulan: Jadi, Pemula Sebaiknya Beli yang Mana?
Baik, ini dia putusan akhir dari saya, berdasarkan pengalaman saya membimbing banyak pemula.
Cara yang terbaik adalah tanyakan 3 hal ini pada diri Anda:
- Berapa Budget Saya? Jika budget Anda di bawah 500 ribu, jangan dipaksakan. Ambil Oven Tangkring yang bagus + Termometer manual.
- Seberapa Penting Kepraktisan Bagi Saya? Jika Anda tipe orang yang “anti ribet”, tidak mau “babysitting” kue, dan ingin hasil instan anti-stres, Oven Listrik adalah jawabannya.
- Bagaimana Kondisi Listrik di Rumah? Jika listrik rumah Anda dayanya kecil (misal 900VA) dan sering dipakai bersamaan dengan AC atau pompa air, memakai Olist akan penuh drama. Sebaliknya, Otang akan jadi sahabat terbaik Anda.
Putusan Final Saya: Untuk pemula di era 2025 yang punya budget di atas 500 ribu dan daya listrik rumahnya aman, investasi di OVEN LISTRIK LOW WATT adalah pilihan yang paling bijak. Ini akan memangkas 50% kurva belajar Anda dan menyelamatkan Anda dari stres “kenapa-kue-saya-gosong-bawahnya”.
Namun, jika Anda memilih oven tangkring karena budget atau kondisi listrik, itu BUKAN masalah. Anda hanya perlu ekstra sabar di awal untuk “berkenalan” dengan karakternya. Hasilnya bisa sama-sama enaknya!
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Berdasarkan pengalaman saya, oven listrik lebih ramah pemula karena suhunya presisi dan ada timer. Ini menghilangkan stres “menebak-nebak” api dan mengurangi risiko gagal. Namun, jika budget terbatas atau listrik tidak stabil, oven tangkring adalah pilihan yang sangat bagus (asal mau sabar belajar).
Ini adalah kesalahan umum. Penyebabnya adalah api kompor terlalu besar dan jarak loyang terlalu dekat dengan sumber api. Solusinya: kecilkan api kompor, selalu gunakan rak tengah atau atas (jangan rak dasar), dan putar loyang setiap 15 menit.
Cari oven listrik “low watt”. Banyak oven modern sekarang yang dayanya sekitar 600-800 Watt (total api atas dan bawah). Ini sudah sangat cukup untuk pemula dan tidak akan membuat tagihan listrik meledak. Pastikan daya listrik rumah Anda minimal 1300VA agar aman.
Wajib. Semua oven, baik tangkring maupun listrik, harus dipanaskan dulu (pre-heating) minimal 10-15 menit sebelum adonan masuk. Tujuannya agar adonan langsung “kaget” bertemu suhu panas yang stabil dan bisa mengembang dengan sempurna.
Oven listrik (yang kita bahas) biasanya portabel dan kecil. Oven gas adalah oven besar (sering dipakai bakery) yang sumber panasnya dari gas elpiji tapi sudah built-in (bukan kompor). Oven gas besar biasanya lebih mahal dan untuk produksi skala besar, bukan untuk pemula rumahan.
