10 Macam Macam Loyang Kue dan Ukurannya, Wajib Tahu!
Pernahkah Anda mengikuti resep dengan teliti, menimbang bahan dengan presisi, tapi hasil akhirnya gosong di pinggir namun mentah di tengah? Atau mungkin kue Anda “mengerut” dan susah dikeluarkan dari cetakan? Jujur saja, seringkali kita menyalahkan resepnya, padahal biang kerok sebenarnya ada di lemari dapur Anda: loyang yang salah.
Banyak pemula menganggap semua loyang itu sama. Asal bentuknya kotak atau bulat, ya sudah dipakai saja. Faktanya, memahami macam macam loyang kue dan ukurannya adalah ilmu dasar yang sering diabaikan. Bahan loyang yang berbeda menghantarkan panas dengan cara yang berbeda. Ukuran yang salah akan mengubah waktu panggang secara drastis.
Berdasarkan pengalaman saya berkecimpung di dapur selama bertahun-tahun, memilih loyang yang tepat adalah investasi jangka panjang. Hari ini, kita akan bedah tuntas dunia per-loyang-an. Kita akan membahas jenis bahan, bentuk standar, konversi ukuran telur, hingga cara merawatnya. Siapkan catatan Anda, karena panduan macam macam loyang kue dan ukurannya ini akan menyelamatkan kue-kue Anda di masa depan!
Mengapa Bahan Loyang Sangat Menentukan Hasil Akhir?
Sebelum kita masuk ke bentuk dan ukuran, mari bicara soal material. Ini adalah fisika dasar di dapur. Bahan loyang menentukan seberapa cepat panas dari oven berpindah ke adonan kue Anda.
1. Aluminium (Sang Primadona)
Ini adalah bahan loyang yang paling umum dan paling saya rekomendasikan untuk pemula. Aluminium adalah penghantar panas yang sangat baik dan cepat. Kue akan matang merata dan warnanya cokelat keemasan yang cantik. Selain itu, harganya relatif murah dan awet. Kekurangannya hanya satu: jika tidak dioles mentega dengan benar, kue bisa lengket.
2. Anti Lengket / Non-Stick (Teflon Coating)
Loyang berwarna gelap ini sangat populer karena kemudahannya: kue gampang lepas. Namun, ada jebakannya. Warna gelap menyerap panas lebih cepat daripada warna terang (aluminium). Akibatnya, bagian pinggir dan bawah kue Anda akan lebih cepat matang (atau gosong) sebelum bagian tengahnya set.
Jika Anda menggunakan loyang ini untuk resep yang butuh waktu lama, Anda mungkin perlu menurunkan suhu oven sekitar 10-15 derajat Celsius. Prinsipnya mirip dengan kasus martabak teflon, di mana kontrol panas pada lapisan anti lengket sangat krusial agar tidak gosong duluan.
Loyang Set Anti Lengket (Untuk Pemula)
Untuk pemula yang takut kue hancur saat dikeluarkan, loyang set anti lengket adalah pilihan yang aman. Pastikan memilih yang coating-nya tebal agar panasnya stabil.
Cek Loyang Set Anti Lengket di Shopee3. Kaca Tahan Panas (Pyrex)
Kaca adalah isolator, artinya dia lambat panas, tapi sekali panas dia menahan panas itu sangat lama. Loyang kaca cocok untuk *casserole* atau *lasagna*, tapi kurang ideal untuk bolu yang butuh “kejutan panas” cepat agar mengembang. Jika dipakai untuk kue, seringkali bagian luarnya sudah kering tapi dalamnya masih basah.
4. Silikon (Si Fleksibel)
Loyang silikon sedang ngetren karena bentuknya lucu-lucu dan gampang dilepas. Tapi, ingatlah bahwa silikon adalah penghantar panas yang buruk. Kue yang dipanggang di silikon biasanya tidak akan se-“browning” (kecokelatan) di loyang logam. Cocok untuk kue-kue kecil atau *mousse* beku, tapi kurang oke untuk bolu besar.
Macam Macam Loyang Kue Berdasarkan Bentuk dan Fungsinya
Sekarang mari kita bahas bentuk. Mengetahui macam macam loyang kue dan ukurannya dari segi bentuk akan membantu Anda belanja alat dengan lebih bijak. Anda tidak perlu membeli semuanya sekaligus, cukup yang esensial saja.
1. Loyang Bulat (Round Pan)
Ini adalah loyang wajib punya nomor satu. Digunakan untuk *layer cake*, bolu ulang tahun, dan bolu jadul.
- Ukuran Standar: Diameter 18 cm, 20 cm, 22 cm, dan 24 cm. Tinggi biasanya 7 cm.
- Saran Saya: Mulailah dengan ukuran 20 cm atau 22 cm. Ini ukuran paling “aman” untuk resep standar 4-5 telur.
2. Loyang Kotak (Square Pan)
Wajib punya untuk penggemar brownies, bolu potong, atau *fudge*.
- Ukuran Standar: 20×20 cm, 22×22 cm, 24×24 cm.
- Tips: Untuk brownies yang *fudgy*, ukuran 20×20 cm biasanya paling pas untuk ketebalan yang ideal.
3. Loyang Tulban (Bundt Pan / Tube Pan)
Loyang ini memiliki lubang di tengahnya. Fungsinya bukan untuk gaya-gayaan, lho! Lubang di tengah memungkinkan panas menembus bagian tengah kue, sehingga kue yang adonannya berat (seperti *pound cake* atau marmer cake) bisa matang merata.
Jika Anda sering membuat resep seperti resep bolu kukus atau bolu panggang jadul, loyang tulban diameter 22-24 cm adalah investasi wajib.
4. Loyang Bongkar Pasang (Springform Pan)
Loyang ini punya kunci di samping yang bisa dibuka, sehingga dinding loyang terlepas dari alasnya.
- Kegunaan Utama: Untuk kue yang rapuh dan sulit dibalik, seperti *Cheesecake* atau *Mousse Cake*.
- Tips: Pastikan kunciannya rapat agar adonan cair tidak bocor. Jika ragu, lapisi luarnya dengan aluminium foil.
5. Loyang Datar (Cookie Sheet / Baking Sheet)
Loyang dengan bibir sangat rendah (1-2 cm). Wajib punya untuk memanggang kue kering lebaran seperti Nastar, Kastengel, atau putri salju lumer.
Kesalahan umum: Menggunakan loyang bolu yang dindingnya tinggi untuk memanggang kue kering. Dinding tinggi akan menghalangi sirkulasi panas, membuat kue kering matang tidak rata.
6. Loyang Roti Tawar (Loaf Pan)
Berbentuk persegi panjang dan dalam. Digunakan untuk roti tawar, *banana bread*, atau *meatloaf*. Jika Anda ingin membuat roti tawar yang kotak sempurna (*sandwich loaf*), Anda butuh loyang yang ada tutup gesernya.
Loyang Roti Tawar dengan Tutup
Ingin bikin roti tawar kotak ala sari roti di rumah? Anda butuh loyang loaf yang ada tutupnya. Bahannya tebal dan anti lengket, menjamin kulit roti mulus.
Cek Loyang Roti Tawar di ShopeePanduan Konversi Ukuran Loyang dan Telur (Rumus Praktis)
Seringkali kita menemukan resep yang menggunakan 4 telur untuk loyang 20 cm, tapi kita ingin membuatnya lebih besar. Bagaimana hitungannya? Berikut adalah panduan kasar konversi ukuran loyang bulat berdasarkan jumlah telur (asumsi telur ukuran sedang @60gr):
| Jumlah Telur | Ukuran Loyang Bulat (Tinggi 7cm) | Ukuran Loyang Kotak |
|---|---|---|
| 2 – 3 Telur | 16 – 18 cm | 15 x 15 cm |
| 4 – 5 Telur | 20 – 22 cm | 18 x 18 cm |
| 6 – 8 Telur | 24 – 26 cm | 22 x 22 cm |
| 9 – 10 Telur | 28 cm | 24 x 24 cm |
Video Tutorial: Melihat Langsung Perbedaan Loyang
Teori saja mungkin membingungkan. Oleh karena itu, mari kita lihat visualisasinya. Video dari kanal Pasti Bisa Masak ini menjelaskan dengan sangat baik tentang macam macam loyang kue dan ukurannya serta kegunaan spesifiknya. Perhatikan baik-baik bagian penjelasan material loyang, karena itu sangat mempengaruhi hasil panggangan Anda.
Sumber Video: Pengenalan Alat Baking Dasar oleh Pasti Bisa Masak
Perawatan Loyang: Agar Investasi Anda Awet
Punya loyang bagus tapi cepat rusak? Mungkin cara cucinya salah.
- Jangan pakai sabut besi: Terutama untuk loyang anti lengket dan aluminium anodized. Cukup pakai spons lembut.
- Keringkan Total: Musuh utama loyang logam adalah karat (kecuali aluminium murni). Setelah dicuci, segera lap kering atau masukkan sebentar ke oven yang masih hangat (tapi mati) untuk memastikan sisa air menguap.
- Gunakan Kertas Roti: Sebisa mungkin, alasi loyang dengan baking paper. Ini tidak hanya mencegah lengket, tapi juga menjaga permukaan loyang tetap mulus dan bersih dari kerak gosong.
Membahas soal alat, jangan lupa bahwa loyang hanyalah salah satu bagian dari ekosistem baking. Jangan lupa cek juga panduan saya tentang alat baking paling pertama yang harus saya beli untuk melengkapi peralatan tempur Anda.
Kesimpulan: Mulai dari yang Standar Dulu
Memahami macam macam loyang kue dan ukurannya memang terlihat rumit di awal. Namun, kuncinya adalah mulai dari kebutuhan dasar.
Sebagai pemula, Anda tidak perlu membeli semua jenis di atas. Cukup miliki 1 Loyang Bulat ukuran 20 cm dan 1 Loyang Kotak ukuran 20×20 cm berbahan aluminium. Dengan dua senjata ini saja, Anda sudah bisa menaklukkan 80% resep kue yang ada di internet. Ingat, alat yang mahal tidak menjamin kue enak, tapi alat yang tepat dan pemahaman cara pakainya adalah kunci kesuksesan baking Anda. Selamat berburu loyang!
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Untuk pemula baking (terutama bolu), saya lebih menyarankan loyang aluminium. Panasnya lebih merata dan tidak terlalu agresif, sehingga risiko kulit kue gosong lebih kecil. Loyang teflon bagus, tapi butuh penyesuaian suhu oven (biasanya diturunkan 10-15 derajat) karena menyerap panas lebih cepat.
Untuk resep standar dengan 4 butir telur, ukuran loyang yang paling pas biasanya adalah loyang bulat diameter 20 cm atau 22 cm dengan tinggi 7 cm. Jika menggunakan loyang kotak, ukuran 20×20 cm biasanya ideal.
Bisa, tapi hasilnya mungkin berbeda bentuk. Roti biasanya butuh loyang yang lebih dalam (seperti loaf pan) untuk menopang pengembangannya ke atas. Namun, untuk roti sobek atau roti manis kasur, loyang kotak atau bulat biasa sangat bisa digunakan.
Ini sering terjadi karena loyang yang digunakan berbahan gelap (teflon) dan suhu oven terlalu tinggi. Loyang gelap menyerap panas sangat cepat. Solusinya: turunkan suhu oven, atau tutup permukaan kue dengan aluminium foil jika bagian atas sudah cokelat tapi dalam belum matang.
Ada risiko bocor jika adonan sangat cair (seperti adonan pudding atau cheesecake yang dipanggang dengan teknik water bath). Tipsnya: Bungkus bagian luar dasar dan dinding loyang dengan aluminium foil (2-3 lapis) untuk mencegah air masuk atau adonan keluar.

